Legenda ini adalah cerita dari desa Ulu Ogan dimana beberapa ratus tahun yang lalu hiduplah seorang jejaka dan ibunya yang bekerja di ladang. Namun tanpa disadari saat mereka menyelesaikan pekerjaan ada sepasang mata yang selalu memperhatikan dan menirukan serta menyelesaikan pekerjaan mereka sewaktu mereka sudah pulang ke rumah. Sampai suatu hari mereka ingin mengetahui siapa yang membantu mengerjakan pekerjaan mereka, lalu mereka membuat ide dengan membuat perahu dan jejaka masuk dan mengikatkan diri di dalam perahu tersebut.
Keesokan harinya seluruh warga ribut karena ada seekor simpai yang terikat di dalam perahu yang mereka buat. Karena menirukan perbuatan jejaka itu maka terikatlah simpai itu.
Dan diketahuilah kalau simpai jenis betina itulah yang sering membantu pekerjaan mereka. Lalu simpai itu di bawa pulang, dibersihkan, dan bulunya dimasukkan kedalam guci atau telak yang banyaknya seguci atau setelak. Pada akhirnya menikahlah sang jejaka dengan simpai yang dikenal dengan legenda \"Puyang Bulu Setelak\".
http://www.okukab.go.id/